Juli 2008


TADARUS BUDAYA

Berawal dari niatan untuk mengukur apa saja yang sudah diperoleh selama beberapa kali berproses dalam satu tahun dengan mengadopsi ruh ibadah sebagai benang merah untuk membaca kelanjutan kinerja.

Tadarus budaya dimaksudkan sebagai upaya mengaji perjalanan,

laku kerja, laku rasa dan laku makna

yang sengaja ditempatkan dalam momentum ramadhan.

Sebuah pilihan untuk mempersembahkan hasil penyatuan kesadaran antara hidup, bertahan, dan mengisinya.

KEARIFAN DALAM BENCANA

Sebuah tradisi mendarus dinamika lakon manusia dalam mengisi kehidupan dan hidup. Menjalankan peran diri ketika menjumpai peristiwa demi peristiwa, sebagai hasil olah karya manusia, dalam mengembangkan diri, sehingga turut memberi pengaruh pada eksistensi. Alam sebagai ekosistem. Peristiwa mengalami proses, bencana, baik alam maupun industri, atau kemanusiaan merupakan jalinan kewajaran duniawi.

Namun, kehadiran runtutan bencana yang hadir di tengah-tengah kita, di sepanjang tahun ini, seolah menuai tanya tersendiri, tentang arti kehadiran manusia di bumi. Danau Lumpur di Siringan – Sidoarjo, Gempa bumi di Situbondo, Angin puting beliung, Gempa terbaru di Bengkulu, Kebakaran hutan atau juga kebakaran Pasar Turi, sebagai cerminan, interaksi alam dan manusia atau manusia antar manusia sudah semakin berkurang.

Tadarus Budaya CAGER yang ke-4 ini sebagai prasasat manusia untuk kembali dalam peran kekhalifahan di bumi. Menjaga interaksi sosial dengan saling menghormati dan melindungi hak hidup sesama manusia dan menjaga interaksi dengan alam dengan saling menghormati dan melindungi hak hidup sesama makhluk Tuhan.


Budi Palopo


Bonari Nabonenar


W Hariyanto


Syaiful Hadjar


Hery Lamongan


Syarifuddin Deah

(lagi…)

TADARUS BUDAYA III KELOMPOK CAGER GRESIK

“In Memorial Of Ali (Jebeng) Mustofa”

Tadarus Budaya yang ke III ini proses penggarapannya lebih ke nuansa Religius. Dimana pementasan ini di tujukan untuk mengenang salah seorang teman dari Kelompok Cager yang telah pergi mendahului kita yaitu saudara ALi Mustofa (Ali Jebeng) dan juga tepat 40 hari seninggalnya.


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III


Tadarus Budaya III

Dalam Tadarus Budaya II proses kegelisaan teman-teman CAGER dalam menyikapi problematika hidup yang carut marut dimana ketika hidup dan matinya manusia bukan lagi menjadi kehendak yang menciptakan melainkan dirampas oleh orang-orang yang tidak mempunyai hati nurani. Pola tingkah hidup yang mencerminkan perilaku binatang mengilhami lahirnya sebuah karya Kolosal “OTAK KERA”.

Pergelaran TADARUS BUDAYA II selain dari proses Kelompok Cager sendiri juga mengundang beberapa kelompok seni yang ada di gresik termasuk kelompok Tari.


Tadarus Budaya II

Tadarus Budaya II

Tadarus Budaya II

Tadarus Budaya II

Tadarus Budaya II Tadarus Budaya II

PERJALANAN GELAR KARYA TEATER KELOMPOK CAGER

SPLIT
28 Maret 2006 dipentaskan di Surabaya (Transit Forum DKJT)

RITUAL OTAK KERA
Tahun 2004 dipentaskan di Lamongan (Temu Karya Teater IV)

Dr. KALERA
Tahun 2003 dipentaskan di Surabaya (Festival Drama Komedi TBJ)

KOTA MATI
Tahun 2002 dipentaskan di Lamongan (Temu Karya Teater III)
dan di DKS Surabaya

JANGAN NAKAL
Tahun 2000 dipentaskan di Gresik dan di DKS Surabaya

PACARKU – PACARKU
Tahun 1995 dipentaskan di DKS Surabaya

TUMPAT
Tahun 1993 dipentaskan di Surabaya (LDLK VIII)

SINDUJOYO
Tahun 1993 di DKS Surabaya

DULKARIM
Tahun 1991 dipentaskan di Gresik

Dr. KALERA
Tahun 1990 dipentaskan di Gresik

WEK WEK WEK
Tahun 1989 dipentaskan di Gresik

Halaman Berikutnya »