Kala itu
Aku saksikan kebesaranMu melalakku
Padahal biasanya, ingkar yang menyamar
Akrab selalu berbisik mesra di telinga
Aku digetar cinta yang membahana
Disemi ampunan yang tiba-tiba menyeruak
Antara alpa, dosa dan khianat
Antara alpa, dosa dan khianat,
Maka bertanyalah hatiku ;
Kini dimana kau kan berpijak ?
Kini kepada siapa kau berseru ?
Kini suara apa yang kau teriak ?
Kini kau sedang menuju
Robmu yang Maha Agung
Hingga getarannya tak mungkin lagi terkhianati,
Maka ketika manusia bicara setia,
Kini dimanakah ia ?
Maka ketika manusia bicara cinta,
Apakah benar adanya ?
Bukankah Akulah sang Cinta
Bukankah Akulah sang Setia
Bukankah Akulah sang Maha
Maka apakah kau wahai manusia
Bukankah banyak sudah Kuasa
Aku ceritakan lewat bencana dan derita saudara-saudara kalian
Bukankah Cinta dan Setia selalu aku ceritakan lewat tragedy demi tragedy
Dari masa ke masa
Maka siapakah kau manusia
Hingga semena-mena menampar muka Kuasa sang Maha
Maka rasalah cinta dan setia yang kau janji-janjikan manusia, kini hadapkanlah padaKu
Sang Maha Cinta, Sang Maha Setia
Ruh Ila Ruh
S.A. 07/01/05 (lagi…)