Oktober 2008


Dewi Musdalifah (acak dewi) pernah menjadi bagian dari kelompok CAGER, baik dalam proses penggarapan naskah drama ataupun tulisan-tulisan puisinya. Ibu dengan 3 anak ini aktifitasnya sekarang sebagai tenaga pengajar di SMU Muhammadiyah 1 Gresik. Belakangan juga mulai membangun blonya sendiri http://acakdewi.blogspot.com/


AIR YANG MENGALIR

Aku menemukan getaran cinta

Lewat mimpi kehilangan

Kelembutannya merasuk jaringan syaraf

Menebarkan keharuman yang melumpuhkan


Langit saga semburatkan pilu

Jalanan berbatu,sarat beban

Tak tajam namun menjebak


Lelehan darah, keringat dan airmata

Menyirami tunas yang tumbuh.

Kasihnya dititipkan dalam detak jantung

Tak berhenti kecuali mati


Kata yang mengharu biru

Lahir dari rahim ketulusan

Tiga kata yang sedehana

Memahat tapaknya dalam jiwa

Ibu.


Gresik,2008

Acak dewi

Tommy Hadi Wijaya : Pernah aktif di kelompok CAGER 2001-2006, Mahasiswa UNTAG (PSIKOLOGI), Karyawan.

Tepat jam delapan malam aku berada berada di sebuah kota kecil, tepatnya di selat sunda. Yang aku tau, kota itu penuh dengan aura ketidak jujuran baik itu pekerjaan, hobby, pendidikan, pemerintahan, dan yang paling parah adalah ketidak jujuran terhadap diri sendiri. Wah……….., alangkah bahagianya aku saat mendapat informasi bahwa kota itu terkenal pula dengan nasi uduknya yang khas. Meskipun bulum cukup dikenal di indonesia, namun, makanan itu sudah cukup basi dibicarakan orang – orang dikota tersebut.

Pucuk dicinta nasipun tiba. Itulah ungkapan yang tepat untuk menuangkan isi hatiku. Maklumlah, perutku sudah cukup gemuk untuk terisi angin. “ gruuuk”……”grukkkk”….. wah,…… alarem dalam perutku sudah berbunyai berkaili – kali, itu adalah pertanda bahwa perutku sudah mulai lapar diantara orang – orang yang lapar. Selain itu, kerongkonganku sudah sangat gersang bagai sawah tanpa pengairan selama setahun. Astaga, aku sendiri hampir tidak mampu untuk membayangkan hal tersebut. Atau hanya keadaan saja yang aku dramatisir. (lagi…)