Gelar Karya


“DONGENG CINTA”

Aku selalu menyimpan bulir air mata

demi membayar cinta yang tak pernah lunas

demi sudut taman eden

Nun sepanjang tarikan nafas

Ditiap tarian, kutadah peluh menunggu buntat

demi sesaji kebaktian

tanpa piala

tanpa lencana

Inilah dongen air mata

kutulis dengan menggadai rindu dan perih

bersanding syahdu di pelaminan

Inilah dongen cinta

mencanda duka dan luka

dibalik persembunyian sempurna

——–

Siwoer Agts.09

“KELEBAT ELANG LAUT”

Aku denagr suara paraumu

Elang laut membaca gemuruh

Dari kedalaman samudra itu

Seperti sepatu para serdadu

Membangkitkan kenangan itu

Beratus ribu kenangan itu

Teladan yang menguap

Dalam sekejap waktu

Kelpak sayapmu bercerita

Tentang angin luka

Hari-hari penuh kebosanan

Diruntuhkan dirmah-rumah

Para penyair hilang makna

Aku lihat cakar hitammu

Siap menerkam

Gedung yang tumbuh

Dikota yang angkuh

PARA PEMAIN :

Sri Wahyuni (BU UYUN)

Benni

Wanto

Irfan

Agung

“SANG MANDOR”

Adalah masa lalu pelaut sejati yang tanggguh dan mandiri. Sampai di usianya yang renta, ia tak mau dibantu istri dan anak-anaknya. Dalam berjuang untuk bisa kembali duduk di kursi Lambang kejayaan masa lalunya.

Dalam secuplik katanya bahkan dia berucap “UNTUK SEKEDAR PINGSAN PUN AKU HARUS MANDIRI”.

Lantas bagaimana sikap istri dan anak-anaknya? SAma seperti kita? penerus generasi pelaut yang tak punya keteguhan menjaga. APalagi merawat sisa-sisa warisan leluhurnya. Anak-anak sang mandor generasi penjual aset kebanggan yang dicapai leluhurnya.

TADARUS Teater CAGER ini memaknai kembali pesan akhir dari sang mandor.

PEMAIN :

Bambang Hermanto As Sang Mandor

Ika As Istri Mandor

Benny As Anak Ke 1

Irfan As Anak Ke 2

Ana As Anak Ke 3

Ilustrai Sri Wahyuni (BU UYUN)

Artistik Panggung Jalil Dkk

Lampu Waras

Sutradara L. Machali

BASUH OTAK DIBASUH

JIWA-JIWA DI TANAH-TANAH

JIWA-JIWA DI RAWA-RAWA

BANGKITLAH BANGKIT

DARI TANGIS YANG PALING SAKIT

LUMBUNG-LUMBUNG

DI KOSONG-KOSONG

KOSONG DI KOSONG

SEGALA RINDU DIBASUH JANJI

BILA BERTEMU

BASUH DIBASUH

SEGALA KERUH DIBASUH

DI BASUH OTAK DI BASUH-BASUH

BASUHLAH HARI

DI BASUH BERSIH

BERANGKAT DARI BAMBU YANG DIEKPLORASI MENURUT KEHENDAK HATI DAN PIKIRAN YANG DISELARASKAN DAN DI HARMONIKAN UNTUK MENJADI SEBUAH LANTUNAN BUNYI.  KADANG TERATUR, KADANG JUGA MELANGUT SEAKAN SEBAGAI BUNYI PERTANDA SEBUAH KEJADIAN.

SESEKALI MELANTUNKAN SYAIR MENJADIKAN SEBUAH PERTUNJUKAN SEAKAN MENJADI RITUAL ORANG-ORANG YANG BERJUANG MEMPERTAHANKAN HIDUP DIKEHIDUPAN YANG CARUT MARUT, TUMPANG TINDIH.

SIMBOL BAHASA TUBUH YANG KARAKTERISTIK MENCOBA DIANGKAT DARI SEBUAH PERJALANAN KEHIDUPAN ORANG-ORANG PEKERJA YANG DENGAN KERAS HANYA UNTUK KEHIDUPAN SESAAT ENTAH ESOK HARI ?

JARIR SURURI :

“Bambu itu simbol kekuatan sebagai penyangga atau sebagai pengurai sesuatu yang terpendam didalam longsoran bukit ketika bencana terjadi.

Bambu juga menyimpan berbagai karakter bunyi yang menarik untuk di ekplorasi menjadi musik yang ritmis dan sekaligus magis

Oleh karena itu kita bekerja keras mencoba untuk memasuki wilayah bunyi yang terpendam di dalam BAMBU”.

PEMAIN :

JARIR SURURI

AZIZ

WARAS

WANTO

AGUNG

Pamflet Tadarus Budaya ke-6

Gelung Zaman

Sebuah refleksi Kelompok CAGER Gresik

dalam bekesenian yang senantiasa terlibat ruang dan waktu

sebagai sumber hayat yang mengalir

dan menjelma menjadi karya :

Menyenangkan, menyedihkan, menakutkan

Atau bisa jadi menyadarkan. Bahwa zaman ini, segala

Macam rasa semakin perlu dihidupkan

Agar kita tidak terseret bencana paling menakutkan : yaitu

“MATI RASA”

Gelung zaman bagi Kelompok CAGER adalah sikap menghimpun

dan menata segala yang tumbuh diatas kepala kita

L.Machali

PENGISI ACARA :

Orasi Budaya Oleh : Bpk. Choiruz Zimam

Musikalisasi Puisi Oleh : Teater Extra (SMAM 1 Gresik, Pemenang Musikalisasi Puisi di PEKAN SENI PELAJAR Tingkat JAWA TIMUR)

Musikalisasi Puisi Oleh : Teater Biru (SMUN 1 KEBOMAS GRESIK)

Pembacaan Puisi Oleh : Wuryantini

Teaterikal Oleh : Ucok dan PSTG (PELAKU SENI TRADISI GRESIK)

Musik Oleh : Sri Wahyuni (BU UYUN)

Teater Oleh : Devisi Teater Kelompok CAGER

Musik Oleh : Musik LIMBAH CAGER

Hari : Minggu

Tanggal : 13 September 2009

Jam : 19.30 Wib

Tempat : Aula Dinas P&K Karangturi

Halaman Berikutnya »