KEARIFAN DALAM BENCANA

Sebuah tradisi mendarus dinamika lakon manusia dalam mengisi kehidupan dan hidup. Menjalankan peran diri ketika menjumpai peristiwa demi peristiwa, sebagai hasil olah karya manusia, dalam mengembangkan diri, sehingga turut memberi pengaruh pada eksistensi. Alam sebagai ekosistem. Peristiwa mengalami proses, bencana, baik alam maupun industri, atau kemanusiaan merupakan jalinan kewajaran duniawi.

Namun, kehadiran runtutan bencana yang hadir di tengah-tengah kita, di sepanjang tahun ini, seolah menuai tanya tersendiri, tentang arti kehadiran manusia di bumi. Danau Lumpur di Siringan – Sidoarjo, Gempa bumi di Situbondo, Angin puting beliung, Gempa terbaru di Bengkulu, Kebakaran hutan atau juga kebakaran Pasar Turi, sebagai cerminan, interaksi alam dan manusia atau manusia antar manusia sudah semakin berkurang.

Tadarus Budaya CAGER yang ke-4 ini sebagai prasasat manusia untuk kembali dalam peran kekhalifahan di bumi. Menjaga interaksi sosial dengan saling menghormati dan melindungi hak hidup sesama manusia dan menjaga interaksi dengan alam dengan saling menghormati dan melindungi hak hidup sesama makhluk Tuhan.


Budi Palopo


Bonari Nabonenar


W Hariyanto


Syaiful Hadjar


Hery Lamongan


Syarifuddin Deah


Syaikhu Busiri


Syuef Lampu


Tadarus Budaya IV


Jarir Sururi


L. Machali


Sri Wahyuni


Siwoer


Benny S


B. Hermanto


Dedy Ahong


Ajis


Waras


Wanto


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV


Tadarus Budaya IV