“DONGENG CINTA”

Aku selalu menyimpan bulir air mata

demi membayar cinta yang tak pernah lunas

demi sudut taman eden

Nun sepanjang tarikan nafas

Ditiap tarian, kutadah peluh menunggu buntat

demi sesaji kebaktian

tanpa piala

tanpa lencana

Inilah dongen air mata

kutulis dengan menggadai rindu dan perih

bersanding syahdu di pelaminan

Inilah dongen cinta

mencanda duka dan luka

dibalik persembunyian sempurna

——–

Siwoer Agts.09